Untitled
  • Home
  • Sejarah
  • Kedudukan & Tupoksi
  • Visi & Misi
  • Struktur Organisasi
  • Tujuan dan Sasaran
  • Peraturan
  • Gallery
  • Hubungi Kami
Selamat datang di website Resmi Satuan Polisi Pamong Praja (SATPOL PP) Provinsi Riau
Rabu, 27 February 2013
BIOGRAFI MINGGU INI : SOEHARTO
satpolpp.riau.go.id - Soeharto adalah Presiden kedua Republik Indonesia. Beliau lahir di Kemusuk, Yogyakarta, tanggal 8 Juni 1921. Bapaknya bernama Kertosudiro seorang petani yang juga sebagai pembantu lurah dalam pengairan sawah desa, sedangkan ibunya bernama Sukirah. Soeharto masuk sekolah tatkala berusia delapan tahun, tetapi sering pindah. Semula disekolahkan di Sekolah Desa (SD) Puluhan, Godean. Lalu pindah ke SD Pedes, lantaran ibunya dan suaminya, Pak Pramono pindah rumah, ke Kemusuk Kidul. Namun, Pak Kertosudiro lantas memindahkannya ke Wuryantoro. Soeharto dititipkan di rumah adik perempuannya yang menikah dengan Prawirowihardjo, seorang mantri tani. Sampai akhirnya terpilih menjadi prajurit teladan di Sekolah Bintara, Gombong, Jawa Tengah pada tahun 1941. Beliau resmi menjadi anggota TNI pada 5 Oktober 1945. Pada tahun 1947, Soeharto menikah dengan Siti Hartinah seorang anak pegawai Mangkunegaran. Perkawinan Letkol Soeharto dan Siti Hartinah dilangsungkan tanggal 26 Desember 1947 di Solo. Waktu itu usia Soeharto 26 tahun dan Hartinah 24 tahun. Mereka dikaruniai enam putra dan putri; Siti Hardiyanti Hastuti, Sigit Harjojudanto, Bambang Trihatmodjo, Siti Hediati Herijadi, Hutomo Mandala Putra dan Siti Hutami Endang Adiningsih. Jenderal Besar H.M. Soeharto telah menapaki perjalanan panjang di dalam karir militer dan politiknya. Di kemiliteran, Pak Harto memulainya dari pangkat sersan tentara KNIL, kemudian komandan PETA, komandan resimen dengan pangkat Mayor dan komandan batalyon berpangkat Letnan Kolonel. Pada tahun 1949, dia berhasil memimpin pasukannya merebut kembali kota Yogyakarta dari tangan penjajah Belanda saat itu. Beliau juga pernah menjadi Pengawal Panglima Besar Sudirman. Selain itu juga pernah menjadi Panglima Mandala (pembebasan Irian Barat). Tanggal 1 Oktober 1965, meletus G-30-S/PKI. Soeharto mengambil alih pimpinan Angkatan Darat. Selain dikukuhkan sebagai Pangad, Jenderal Soeharto ditunjuk sebagai Pangkopkamtib oleh Presiden Soekarno. Bulan Maret 1966, Jenderal Soeharto menerima Surat Perintah 11 Maret dari Presiden Soekarno. Tugasnya, mengembalikan keamanan dan ketertiban serta mengamankan ajaran-ajaran Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno. Karena situasi politik yang memburuk setelah meletusnya G-30-S/PKI, Sidang Istimewa MPRS, Maret 1967, menunjuk Pak Harto sebagai Pejabat Presiden, dikukuhkan selaku Presiden RI Kedua, Maret 1968. Pak Harto memerintah lebih dari tiga dasa warsa lewat enam kali Pemilu, sampai ia mengundurkan diri, 21 Mei 1998. residen RI Kedua HM Soeharto wafat pada pukul 13.10 WIB Minggu, 27 Januari 2008. Jenderal Besar yang oleh MPR dianugerahi penghormatan sebagai Bapak Pembangunan Nasional, itu meninggal dalam usia 87 tahun setelah dirawat selama 24 hari (sejak 4 sampai 27 Januari 2008) di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta. Berita wafatnya Pak Harto pertama kali diinformasikan Kapolsek Kebayoran Baru, Kompol. Dicky Sonandi, di Jakarta, Minggu (27/1). Kemudian secara resmi Tim Dokter Kepresidenan menyampaikan siaran pers tentang wafatnya Pak Harto tepat pukul 13.10 WIB Minggu, 27 Januari 2008 di RSPP Jakarta akibat kegagalan multi organ. Kemudian sekira pukul 14.40, jenazah mantan Presiden Soeharto diberangkatkan dari RSPP menuju kediaman di Jalan Cendana nomor 8, Menteng, Jakarta. Ambulan yang mengusung jenazah Pak Harto diiringi sejumlah kendaraan keluarga dan kerabat serta pengawal. Sejumlah wartawan merangsek mendekat ketika iring-iringan kendaraan itu bergerak menuju Jalan Cendana,mengakibatkan seorang wartawati televisi tertabrak. Di sepanjang jalan Tanjung dan Jalan Cendana ribuan masyarakat menyambut kedatangan iringan kendaraan yang membawa jenazah Pak Harto. Isak tangis warga pecah begitu rangkaian kendaraan yang membawa jenazah mantan Presiden Soeharto memasuki Jalan Cendana, sekira pukul 14.55, Minggu (27/1). Seementara itu, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah menteri yang tengah mengikuti rapat kabinet terbatas tentang ketahanan pangan, menyempatkan mengadakan jumpa pers selama 3 menit dan 28 detik di Kantor Presiden, Jakarta, Minggu (27/1). Presiden menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya mantan Presiden RI Kedua Haji Muhammad Soeharto. Sumber/Kutipan : kolom-biografi.blogspot.com

Berita dengan Kategori Sama
Selasa, 02 January 2018
JADI OBJEK WISATA KREATIF, BUPATI INHIL RESMIKAN KAMPOENG SELFIE
 
Jumat, 08 April 2016
SELAIN PANTAI SOLOP, TERNYATA INHIL JUGA PUNYA PANTAI BIDARI
 
Saturday, 26 March 2016
BONO TERUS DIMINATI WISATAWAN DUNIA
 
Saturday, 16 February 2013
biografi minggu ini : B.J Habibie
 
Saturday, 09 February 2013
BIOGRAFI MINGGU INI : SOEKARNO
 

pengumuman
 
 

List berita
Senin, 15 June 2020
PENINJAUAN PASAR KODIM PEKANBARU TERKAIT PELAKSANAAN PROTOKOL KESEHATAN DALAM PEMBERLAKUAN NEW NORMAL
Senin, 15 June 2020
Pengamanan Sholat Jum"at Di Masjid Raya An Nur
Selasa, 09 June 2020
Pemprov Riau Perketat Perbatasan
Selasa, 09 June 2020
PATROLI DALAM RANGKA NEW NORMAL WILAYAH KOTA PEKANBARU
Kamis, 04 June 2020
RAPID TEST MASSAL DAN PENYEMPROTAN DISINFEKTAN DI KECAMATAN TANGKERANG TENGAH KOTA PEKANBARU
Selasa, 02 June 2020
RAPID TEST MASSAL DAN PENYEMPROTAN DISINFEKTAN DI WILAYAH KOTA PEKANBARU
 
Sosial Media
 
 
Kategori Berita
Sosial dan Budaya
Objek Wisata
Pembangunan
Otonomi Daerah
Ekonomi dan Keuangan
Lingkungan Hidup
Hukum dan Ham
Olah Raga
Kesehatan
Pendidikan
Pemerintahan
Satpol PP
Umum
 
Link Pemerintahan